Langsung ke konten utama

Masa Depan Jepang di Bidang Pertanian dan Peluang Tenaga Kerja Indonesia

Jungkit.com -Masa Depan Jepang di Bidang Pertanian dan Peluang TKI. Melon surga, jenis melon termahal di dunia dengan harga Rp 2,4 juta per buah.
TRIBUNNEWS.COM - Nougyou atau pertanian menjadi masa depan Jepang? Seribu pertanyaan mengenai hal ini. Mungkinkan tanah pertanian yang kurang subur, tidak seperti Indonesia, belum lagi empat musim yang sangat menyulitkan pertumbuhan tanaman dan padi dan perubahan cuaca tidak keruan saat ini, apakah bisa ditangani Jepang di masa depan?

Satu hal kecil yang pasti, Jepang saat ini menjadi korban kemacetan kredit properti Amerika Serikat (subprime loan) dengan kerugian sedikitnya 1,5 triliun yen atau sekitar 15 miliar dollar AS di kalangan perbankan dan asuransi. Sedangkan utang pemerintah Jepang kepada masyarakat karena penerbitan obligasi Jepang (JGB) mencapai sekitar 1.200 triliun yen.
Hal lain, jumlah populasi di Jepang sudah sangat berkekurangan saat ini. Tingkat usia manusia Jepang saat ini rata-rata sekitar 45 tahun. Bahkan di beberapa pabrik besar usia rata-rata karyawannya sekitar 50 tahun sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja muda. Dari mana mereka meminta tenaga muda ini? Dari negara luar Jepang termasuk dari Indonesia.
                               

Dengan berkekurangan tenaga kerja tersebut mungkinkah pertanian Jepang dikelola dengan baik karena tentu tanah pertanian yang luas membutuhkan tenaga yang tidak sedikit dan bukan juga orang lanjut usia.

Melihat kelemahan Jepang tersebut, Indonesia sendiri memiliki dua keuntungan. Pertama dari segi sumber daya manusia atau tenaga kerja Indonesia (TKI) dapat disalurkan ke Jepang. Namun tidak semudah itu pergi dan bekerja di Jepang. Keuntungan kedua, TKI kita dapat belajar banyak dari Jepang sekembali ke Indonesia. Selain dapat menabung di Jepang dan kembali membawa pulang modal usaha sendiri, sekembali dari Jepang, mereka dapat membawa ilmu pertanian yang dipraktekkan di Negeri Sakura tersebut.

Mengapa begitu ingin Indonesia memperoleh ilmu pertanian tersebut? Karena semua hasil produk pertanian, perkebunan dan sebagainya dari Jepang memiliki hasil yang sangat baik, bukan sekedar baik saja.

Pengembangan bioteknologi misalnya, mungkin terbaik di dunia, ada di Jepang. Ilmu tersebut bagi TKI dapat mempelajari dengan tekun dan baik lalu diterapkan di Indonesia yang telah memiliki tanah dengan unsure yang lebih baik ketimbang tanah di Jepang.

Jangan heran apabila hasil panen Jepang, beras legit dengan nama Koshihikari, menjadi buruan orang China saat ini. Mereka membeli dari Jepang dijual di China. Mahal sekali pun pasti dibeli orang Cina yang saat ini memiliki perkembangan ekonomi 11 persen tertinggi di dunia. Sebagai catatan, 5 kilogram beras Koshihikari Jepang sekitar Rp.500.000,- atau berarti 1 kilogram beras tersebut sekitar Rp.100.000,-.

Jangan heran pula banyak orang Indonesia kalau pulang ke negeri Nusantara ini membawa oleh-oleh beras Jepang dan disambut sangat bahagia oleh keluarganya. Mengapa? Beras Jepang adalah yang terbaik di dunia, sangat legit, seperti makan ketan saja. Semua itu berkat pengembangan ilmu bioteknologi mereka, akhirnya dapat mengubah tanahnya lebih baik dan menghasilkan padi yang terbaik di dunia.

Produk lain misalnya buat juag sangat bagus di Jepang. Satu contoh buah melon. Selama hampir 50 tahun usia penulis, setelah keliling ke berbagai negara, sekali pun belum pernah makan buah melon seenak buatan Jepang. Tidak heran satu buah melon Jepang ada yang berharga Rp.2,000,000 (dua juta rupiah).

Seorang ahli buah melon di Bali, penulis tantang untuk memperlihatkan buah melon terbaiknya. Setelah mencicipi yang dia sebut sebagai yang terbaik, tetap saja kalah dengan buah melon Jepang. Bukan hanya soal kadar manis, tetapi buah melon Jepang dimakan terasa seorang memiliki daging, kekenyalan yang enak untuk dimakan, wangi, harum, serta manis yang baik, rasa manis yang baik.

Melihat kemampuan teknologi yang luar biasa baik di Jepang, memang hasil pertanian, perkebunan (buah) dan sebagainya dapat dipasarkan ke luar Jepang dengan harga baik (tidak mahal tidak murah). Kalau demikian negara lain mencoba mencuri ilmu dan teknologi Jepang? Silakan coba saja. Yang jelas Jepang tidak akan dengan mudah memberikan penemuan atau ilmunya ke orang bukan Jepang karena mereka melakukan penelitian bertahun bahkan puluhan tahun dengan biaya yang tidak kecil.

Jangan heran apabila biaya riset dan pengembangan (R&D) Jepang bisa mencapai 30 persen dari sales yang dihasilkan sebuah perusahaan. Cukup besar memang biaya atau anggaran untuk sebuah penelitian dan pengembangan produk Perusahaan.

Dengan demikian, melihat kemampuan tersebut, apalagi Jepang telah sanggup memperbaiki tanahnya yang kurang subur menjadi tanah subur, rasanya bukan tidak mungkin di masa depan Jepang akan menekankan ke sector pertanian, perkebunan, buah-buahan, sayur dan sebagainya.

Namun demikian ada sedikitnya dua kelemahan yang pasti tidak dapat dipenuhi Jepang yaitu perubahan cuaca alam yang di luar kuasa manusia. Jepang memiliki empat musim. Kalau perubahan kacau maka tumbuhan, buah, sayur dan sebagainya akan kacau pula pertumbuhan dan perkembangannya.

Hal lain yang pasti tak bisa dipenuhi Jepang adalah tenaga kerja, karena jumlah manusia Jepang sudah sangat sedikit saat ini dan terus semakin sedikit. Berarti orang asing harus dimasukan ke Jepang.

Kesempatan itu terbuka luas apabila orang asing bisa berbahasa Jepang seperti diungkapkan mantan Menlu Jepang Toshihiko Komura Kamis, 1 Mei 2008, bahwa ada kemungkinan visa ke Jepang jangka waktunya menjadi lebih panjang terutama bagi yang pintar berbahasa Jepang. Karena itu para TKI, silakan belajar bahasa Jepang dengan baik mulai sekarang. Hati-hatilah, kita bersaing dengan tenaga kerja negara lain. Gambatte kudasai. Faitou!kata orang Jepang.


*) Penulis adalah CEO Office Promosi Ltd, Tokyo Japan, berdomisili dan berpengalaman lebih dari 20 tahun di Jepang

http://m.tribunnews.com/bisnis/2013/...an-peluang-tki

minat......kuasailah bahasa jepang...............



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fakta Unik Tentang Kucing

Jungkit.com - Tahukah kamu, kucing (Felis silvestrid-catus), terutama kucing rumah adalah salah satu hewan predator paling hebat di dunia. Kucing ini mampu membunuh dan atau memakan beberapa ribu species, mengalahkan kucing besar (seperti singa, harimau, dan sejenisnya) yang hanya mampu memangsa kurang dari 100 species. Namun karena ukurannya terbilang kecil, maka tidak berbahaya bagi manusia (syukurlah…). Namun tetap saja sangat berbahaya apabila kucing ini terinfeksi rabies. Kucing telah berasosiasi dengan kehidupan manusia sekurangnya sejak 3500 tahun yang lalu. Ketika itu orang Mesir kuno telah menggunakan kucing untuk mengusir hama tikus dan hewan pengerat lainnya dari hasil panen mereka. Namun, percaya atau tidak, di dunia ini hanya terdapat 1% populasi kucing di dunia yang termasuk galur murni atau kucing ras. Sisanya adalah kucing hasil pencampuran dari berbagai ras atau biasa yang kita sebut sebagai kucing kampung. Karena itu, kucing ras termasuk kucing yang paling sering dic...

Lofoten, Kota Kecil di Lingkaran Arctic yang Indah

Jungkit.com - Lofoten dikenal di Norwegia karena keindahan alamnya yang luar biasa tetapi reputasinya tampaknya belum mendunia. Terletak di 68-69 derajat LU Lingkaran Arktik dan terkena dampak dari anomali temperatur Artic, Lafoten tentu saja sudah memenuhi syarat untuk menjadi salah satu tempat dengan pemandangan alam yang luar biasa indah di planet ini. Belum lagi dengan suasana yang memberikan ketenangan bagi para pengunjungnya. Hal itu membuat Lafoten menjadi sebuah kota yang disebut dengan “An Arctic Paradise”. Kita dapat menemukan banyak laut-laut dalam dengan gugus terumbu karang air terbesar di dunia. Ada jutaan burung laut dengan banyak spesies seperti elang laut, cormorant dan Puffin. Juga terdapat spesies berang-berang dan rusa. Para penduduk di sekitar memberikan nama untuk salah satu pulau yang dikenal sebagai Vestvågøya dan pulau lain, Flakstadøya, yang berarti kaki serigala karena pulau tersebut emang berbentuk seperti jejak kaki serigala. Sekarang, seluruh wilayah kepul...

Asal Usul Emoticon

Jungkit.com - Semakin berkembangnya teknologi informasi menjadikan komunikasi tidak hanya dilakukan secara lisan, namun banyak juga melalui tulisan. Tapi komunikasi tekstual cenderung kaku, karena tidak terlihat ekspresi dalam komunikasi. Sehingga terkadang, sulit membedakan candaan dengan pernyataan serius. Namun, ada cara untuk mengurangi kekakuan yang selama ini ditemukan dalam komunikasi via teks: Emoticon. Emoticon pun memiliki sejarah panjang, yang berkembang sesuai perkembangan komunikasi. Berikut rangkuman panjang sejarah emoticon, seperti dikutip dari lamanMashable. Emoticon di pidato Abraham Lincoln Dalam sebuah transkrip pidato yang ditemukan New York Times, terdapat sebuah emoticon ; ) digunakan oleh Lincoln. Tapi hingga kini belum diketahui apakah itu suatu typo (kesalahan pengetikan) atau merupakan sebuah emoticon senyum sambil mengedip. Seni Typografi ala Puck Majalah humor mingguan asal AS yang terbit antara 1871-1918, Puck, pernah membuat tulisan tentang typo atau kes...